Kamis, 15 Desember 2011

PECAH KONGSI

entah apa ?
entah siapa ?
entah bagaimana ?


akhirnya

pecah juga
mata rantai
yang sempat didamba
akan memberikan sesuatu keindahan
bagi kami
masyarakat garut


sungguh sayang memang
tapi itulah
dunia memang akan tetap fana
dan fana akan tetap abadi


biarkan yang pergi
melangkah jauh
tapi yakin sepenggal hatinya tetap tertinggal
atau bahkan seluruhnya tetap disini ?


maka


kalau demikian
biarkan saja
nanti sang benar akan menemani dengan sendirinya


biarlah rantai kembali terurai
berserakan memenuhi halaman kota intan
patahan-patahannya
berjatuhan memenuhi takdir yang tertulis


garut, 15 desember 2011
pecahnya koalisi H. Aceng Fikri dan Dicky Chandra
dengan mundurnya Dicky Chandra dari jabatan Wakil Bupati Garut


Sabtu, 29 Oktober 2011

83 TAHUN SUMPAH PEMUDA --ketika sumpah telah menjadi sampah-

delapan puluh tiga tahun
hitungan yang berganti tiap hari
bersama-sama matahari berjalan mengitari pagi
bersama-sama hari merangkai cerita dan kisah
bersama-sama senja dan malam terlelap dalam mimpi
dan memang hari ini
masihlah cita-cita itu
tetap menjadi mimpi-mimpi yang membuai

Rabu, 05 Oktober 2011

MILAN ... EVOLUSI, ESTETIKA DAN KEINDAHAN DI LAPANGAN

Tak terasa hitungan hari telah menapakan kembali kepada tanggal 4 oktober, tanggal yang memiliki sejarah tersendiri bagi saya secara pribadi, karena 24 tahun yang lalu untuk pertama kalinya saya jatuh hati kepada tim yang kini menjadi kebanggaan orang banyak di seluruh dunia….AC Milan

Rabu, 17 Agustus 2011

MASIHKAH INDONESIA RAYA BERKIBAR

satu hitungan kembali bertambah
ketika bulan telah masuk ke tengah siang
ketika ayat-ayat tak hentinya berkumandang
ketika bedug terdengar di serambi masjid tiap petang
ketika dzikir diucap tiap subuh dan malam
ketika khusyu bersemayam ditiap jiwa dan rasa
ketika ikhlas terus ditabuh


Selasa, 16 Agustus 2011

SENANDUNG IBU PERTIWI YANG MENANGIS

seekor kura-kura
berjalan merayap mengelilingi perapian yang membara
tapi langkahnya terhenti
bara-bara panas berhamburan
meledak membual panasnya
seperti tabung-tabung hijau di dapur rumah sebelah
ingin rasanya berteduh
tapi pohon-pohon telah tindas
terbujur kaku ditebas nafsu yang tak pernah henti
dia hanya inginkan hangat ketika pagi menjelang
dingin tak terhingga
di tengah kemarau yang meranggas hari


Minggu, 05 Juni 2011

SENANDUNG DI TEPI LANGIT ...

ingin ku tenun air hujan yang jatuh pagi ini …
hendak kujadikan lembaran-lembaran sajadah …
agar ku tak henti bersujud …
dan segarnya iringi langkah-langkah pasti …
meniti kaki ke arah mata angin bersembunyi …
dengan kumandang sayup-sayup bertabuh di pelupuh senja …

Selasa, 03 Mei 2011

Puisiku di Hari Itu...

kusimpuh ketika hati ini mengeluh
kutengadah ketika jiwa ini meranggah
kutatap wajah alam yang basah
kudaki jalan yang terus menanjak
kurasakan sejuk angin yang hinggap
maka biarkan embun berjatuhan
menutupi hari yang semakin kejam
ketika tanaman yang kita semai
akan segera berbunga dan berbuah
untuk lalu kemudian dipanen
dalam simpul tujuan yang didambakan


garut, 3 mei 2011