Selasa, 27 November 2018

E-CONTROLLING DALAM PENERAPAN SOP ORGANISASI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Dalam perencanaan organisasi, sebagai serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan (Louis A.Allen, 1999:167), Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan bagian dari perencanaan yang sedang dijalankan dan digunakan untuk memberi bimbingan bagi tugas-tugas yang dilakukan berulang-ulang dalam sebuah organisasi (Richard C Daft, 2003:59). Untuk penerapan SOP yang baik, maka pengawasan dari pimpinan sebagai suatu proses untuk menerapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya, dan bila perlu mengoreksi dengan maksud agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula. Keterkaitan pengawasan dengan SOP adalah mengusahakan agar apa yang direncanakan menjadi kenyataan. 

Adanya sebuah SOP dan pengawasan akan mempengaruhi kinerja dalam mencapai tujuan perusahaan. Kinerja menurut Winardi (1992:142) merupakan konsep yang bersifat universal yang merupakan efektivitas operasional suatu perusahaan, bagi perusahaan dan bagi pegawai berdasar standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk menciptakan kinerja yang optimal, perusahaan telah memberikan suatu rancangan berupa SOP yang bertujuan untuk mempermudah pegawai melaksanakan kegiatannya, dan meminimalisasi tingkat kesalahan dalam menjalankan tugasnya. Agar memberikan hasil kerja sama yang tinggi baik kualitas dan kuantitas dalam rangka melaksanakan pekerjaan, maka fungsi pengawasan dari pimpinan berperan serta untuk menilai, mengevaluasi dan mengoreksi serta mengusahakan tercapainya tujuan perusahaan.