satu hitungan kembali bertambah
ketika bulan telah masuk ke tengah siang
ketika ayat-ayat tak hentinya berkumandang
ketika bedug terdengar di serambi masjid tiap petang
ketika dzikir diucap tiap subuh dan malam
ketika khusyu bersemayam ditiap jiwa dan rasa
ketika ikhlas terus ditabuh
Rabu, 17 Agustus 2011
Selasa, 16 Agustus 2011
SENANDUNG IBU PERTIWI YANG MENANGIS
seekor kura-kura
berjalan merayap mengelilingi perapian yang membara
tapi langkahnya terhenti
bara-bara panas berhamburan
meledak membual panasnya
seperti tabung-tabung hijau di dapur rumah sebelah
ingin rasanya berteduh
tapi pohon-pohon telah tindas
terbujur kaku ditebas nafsu yang tak pernah henti
dia hanya inginkan hangat ketika pagi menjelang
dingin tak terhingga
di tengah kemarau yang meranggas hari
berjalan merayap mengelilingi perapian yang membara
tapi langkahnya terhenti
bara-bara panas berhamburan
meledak membual panasnya
seperti tabung-tabung hijau di dapur rumah sebelah
ingin rasanya berteduh
tapi pohon-pohon telah tindas
terbujur kaku ditebas nafsu yang tak pernah henti
dia hanya inginkan hangat ketika pagi menjelang
dingin tak terhingga
di tengah kemarau yang meranggas hari
Langganan:
Postingan (Atom)