ketika bulan telah masuk ke tengah siang
ketika ayat-ayat tak hentinya berkumandang
ketika bedug terdengar di serambi masjid tiap petang
ketika dzikir diucap tiap subuh dan malam
ketika khusyu bersemayam ditiap jiwa dan rasa
ketika ikhlas terus ditabuh
cerita terus berlanjut
kisah tak pernah bisa henti
awal yang sudah ditabur
berjalan mengikuti waktu yang berlari
mengejar akhir untuk bisa memetik hasil
meski perjalanan tak pernah bisa seindah yang dibayangkan
karena memang tak pernah ada jalan yang tak berbatu
karena memang ada tikungan, tanjakan serta turunan
rindu sepertinya akan teriakan Merdeka !!!
seperti yang dikumandangkan di tahun empat lima
pekik yang terucap dengan darah dan do’a
masa yang telah lewat dan kini hanya tinggal cerita
dan kisah yang dinina bobokan di bangku-bangku sekolah
sementara di halaman istana
ricuh dan panas suasana yang ada
masing-masing sendirian memangku pundak serta bendera
dengan warna-warna yang berkilauan menyilau mata
tapi bunyi yang berderang hanyalah tong kosong nan nyaring
dengan debat-debat kusir yang hiasi hari-hari
ketika nafsu sudah kuasai rasa dan raga
sehingga …. tiada lagi nurani untuk memberikan senandung
supaya ibu pertiwi tak perlu lagi menangis
mungkin harus kita dengar
rintihan pilu diantara tunggul-tunggul yang berserakan
diatas pusara para pahlawan bangsa
atas jiwa-jiwa yang telah pergi
demi sebait kemerdekaan yang diperjuangkan
dengan segenap raga dan nyawa
kalau saja nisan-nisan itu bisa berceloteh
malu lah kita semua
atau memang sudah tidak ada rasa malu di negeri ini
mungkin sejuta tanda tanya akan tergambar
kusuma-kusuma bangsa yang telah tiada
mungkin akan berguman
masihkah Indonesia Raya berkibar ???
Merdeka !!!
garut, 17 agustus 2011
kisah tak pernah bisa henti
awal yang sudah ditabur
berjalan mengikuti waktu yang berlari
mengejar akhir untuk bisa memetik hasil
meski perjalanan tak pernah bisa seindah yang dibayangkan
karena memang tak pernah ada jalan yang tak berbatu
karena memang ada tikungan, tanjakan serta turunan
rindu sepertinya akan teriakan Merdeka !!!
seperti yang dikumandangkan di tahun empat lima
pekik yang terucap dengan darah dan do’a
masa yang telah lewat dan kini hanya tinggal cerita
dan kisah yang dinina bobokan di bangku-bangku sekolah
sementara di halaman istana
ricuh dan panas suasana yang ada
masing-masing sendirian memangku pundak serta bendera
dengan warna-warna yang berkilauan menyilau mata
tapi bunyi yang berderang hanyalah tong kosong nan nyaring
dengan debat-debat kusir yang hiasi hari-hari
ketika nafsu sudah kuasai rasa dan raga
sehingga …. tiada lagi nurani untuk memberikan senandung
supaya ibu pertiwi tak perlu lagi menangis
mungkin harus kita dengar
rintihan pilu diantara tunggul-tunggul yang berserakan
diatas pusara para pahlawan bangsa
atas jiwa-jiwa yang telah pergi
demi sebait kemerdekaan yang diperjuangkan
dengan segenap raga dan nyawa
kalau saja nisan-nisan itu bisa berceloteh
malu lah kita semua
atau memang sudah tidak ada rasa malu di negeri ini
mungkin sejuta tanda tanya akan tergambar
kusuma-kusuma bangsa yang telah tiada
mungkin akan berguman
masihkah Indonesia Raya berkibar ???
Merdeka !!!
garut, 17 agustus 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar