Kamis, 27 Februari 2020

KAMANA ANGIN PRIANGAN ?

seungit angin priangan, ngusapan embun-embunan
hawar-hawar rerendahan ngahariring ayun ambing
seungit angin kayangan, sumerep na lelembutan
hawar-hawar rerendahan ngahariring éling-éling mangka éling


waas éta tembang
kamari katineungkeun kénéh
dihariringkeun disisi huma, mumunggang Cikuray lebah handap
dipirig haliwir angin, digupay dangdaunan
dialokan ricit piit

Selasa, 27 November 2018

E-CONTROLLING DALAM PENERAPAN SOP ORGANISASI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Dalam perencanaan organisasi, sebagai serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan (Louis A.Allen, 1999:167), Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan bagian dari perencanaan yang sedang dijalankan dan digunakan untuk memberi bimbingan bagi tugas-tugas yang dilakukan berulang-ulang dalam sebuah organisasi (Richard C Daft, 2003:59). Untuk penerapan SOP yang baik, maka pengawasan dari pimpinan sebagai suatu proses untuk menerapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya, dan bila perlu mengoreksi dengan maksud agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula. Keterkaitan pengawasan dengan SOP adalah mengusahakan agar apa yang direncanakan menjadi kenyataan. 

Adanya sebuah SOP dan pengawasan akan mempengaruhi kinerja dalam mencapai tujuan perusahaan. Kinerja menurut Winardi (1992:142) merupakan konsep yang bersifat universal yang merupakan efektivitas operasional suatu perusahaan, bagi perusahaan dan bagi pegawai berdasar standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk menciptakan kinerja yang optimal, perusahaan telah memberikan suatu rancangan berupa SOP yang bertujuan untuk mempermudah pegawai melaksanakan kegiatannya, dan meminimalisasi tingkat kesalahan dalam menjalankan tugasnya. Agar memberikan hasil kerja sama yang tinggi baik kualitas dan kuantitas dalam rangka melaksanakan pekerjaan, maka fungsi pengawasan dari pimpinan berperan serta untuk menilai, mengevaluasi dan mengoreksi serta mengusahakan tercapainya tujuan perusahaan.

Jumat, 26 Januari 2018

PENGANGGARAN (BUDGETING) “KUNCI SUKSES PERENCANAAN SEBUAH ORGANISASI”



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Salah satu bagian penting dalam proses perencanaan adalah penganggaran (budgeting). Penganggaran merupakan rencana kegiatan seabuah organisasi secara terperinci dalam satu tahun yang mencakup kegiatan-kegiatan operasional suatu organisasi dimana masing-masing kegiatan tersebut saling berkaitan.

Hal tersebut diperkuat oleh M. Munandar dalam buku “Budgeting Perencanaan Kerja, Pengkoordinasian Kerja, Pengawasan Kerja” (2001:1) menyatakan bahwa “Anggaran (budgeting) adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi seluruh kegiatan, yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter yang berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang.”

Proses penganggaran menjadi satu unsur yang tidak terpisahkan dari sebuah perencanaan kegiatan suatu organisasi dimana pada umumnya penganggaran dapat dipergunakan dalam memperhitungkan pencapaian tujuan organisasi tersebut. Karena dalam penganggaran dilakukan penulisan, pencatatan serta penghitungan langkah-langkah kegiatan operasional secara terperinci dan taktis yang disertai dengan kuantitas kebutuhan, pemanfaatan serta pengerahan sumber daya (resources) yang sesuai untuk pencapaian tujuan pelaksanaan kegiatan.