ketika satu pagi di hari minggu
kugerai jalan-jalan kasar di pelataran kotaku yang mungil
sambil menghisap segarnya udara pagi itu
kuterantuk pada bayangan yang memilukan yang berlawanan
ditempat itu, tempat itu, tempat itu
kulihat orang, orang, orang
bertaburan, bergelimpangan, terlelap, lelap sekali