Kamis, 04 Februari 2016

FILOSOPI PERMAINAN SEPAKBOLA DALAM FOKUS ADMINISTRASI

PENDAHULUAN

Menyaksikan sebuah pertandingan sepakbola apakah itu lewat media televisi ataupun langsung berada diantara suporter yang berjejal di bangku stadion, baik tim dalam negeri maupun luar negeri, baik itu tingkat klub atau tim nasional. Kita akan disuguhkan sebuah tontonan menarik yang menguras emosi, rasa hingga energi. Apalagi kalau tim yang ditonton adalah tim yang kita sukai.

Kedua tim yang berlaga di lapangan akan menerapkan segala sumber daya dan kemampuan yang dimilikinya untuk bisa memenangkan sebuah pertandingan. Indikator kemenangan sebuah tim sepakbola adalah terciptanya gol, dengan hitungan gol yang dicetak ke gawang lawan harus lebih banyak dibandingkan gol yang terjadi ke gawang sendiri.


Setiap tim dilengkapi dan terdiri dari komponen-komponen yang terdiri dari susunan individu yang berkaitan baik secara langsung maupun tidak langsung saling mendukung dan bekerjasama dalam meraih tujuan yaitu kemenangan. Paling pertama adalah pemain di lapangan yang berjumlah 11 orang, kemudian seorang pengatur strategi di pinggir lapangan baik berstatus Pelatih Kepala atau Manajer, dokter/ tenaga kesehatan, petugas peralatan, terapis, supporter/ pendukung, dan tentu adalah pemilik tim/ presiden klub yang merupakan penanggungjawab utama tim dan berfungsi sebagai Leader.

Proses permainan di lapangan dan hasil akhir secara konprehensif menjadi indikator atas kinerja semua komponen dalam mencapai tujuan permainan itu yaitu meraih kemenangan. Kadangkala proses permainan yang menghibur dan membuat decak kagum para penonton tidak dibarengi dengan hasil akhir yang diharapkan, begitu juga terkadang sebuah proses permainan yang tidak elok justru menghasilkan sebuah kemenangan. Ada pula sebuah tim sepakbola yang mampu menghipnotis para penonton dengan permainan indahnya, dan diakhiri dengan kemenangan yang luar biasa.

Untuk meraih kemenangan dalam permainan sepakbola, semua komponen pendukung dalam sebuah tim secara kolektif bekerjasama sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing tanpa harus saling tumpang tindih, mulai dari proses awal persiapan, saat pertandingan hingga akhir dari pertandingan itu sendiri.

Kemampuan seorang Presiden Klub sebagai otoritas tertinggi menjadi tumpuan semua komponen dalam keberhasilan sebuah tim sepakbola. Ketika persiapan memasuki acara pertandingan maka disitu diterapkan manajemen rekrutmen pemain dan pelatih, manajemen pelatihan, manajemen strategi bermain, dan manajemen pertandingan. Kejelian dalam menunjuk seorang Pelatih yang nanti akan diberikan wewenang untuk mencari dan memilih pemain yang tepat dengan strategi yang disepakati sebagai karakter tim itu sendiri.

Ketika akan melaksanakan pertandingan maka disiapkan analisis kekuatan dan kelemahan lawan, dan sistem koordinasi lapangan. Sejauh mana lawan bisa dikalahkan dan dengan stratergi dan taktik apa. Kemudian, siapa yang menjadi kapten kesebelasan dan apa saja peran dan tugasnya. Pelatih melakukan koordinasi penyusunan strategi dan taktik pertandingan. Sementara itu sudah disiapkan siapa manajer pertandingan beserta ofisial lainnya. 

Seusai pertandingan, kemudian dilakukan evaluasi. Antara lain tentang sistem koordinasi, strategi dan taktik pertandingan, kinerja pemain, sistem pelatihan, dan fasilitas pertandingan, dsb. Semua itu digunakan untuk umpan balik perbaikan berbagai segi dalam pertandingan berikutnya. Termasuk untuk menyusun rencana strategis kesebelasan bersangkutan di masa datang. Dan pada akhirnya nanti tim tersebut akan besar, kuat serta disegani.


PEMBAHASAN

Untuk menjadi seorang pemimpin atau Leader yang baik dan sukses, tentunya kita harus mengerti tentang ilmu Manajemen. Menurut para ahli definisi Manajemen dapat diartikan menjadi serangkaian kegiatan yang diarahkan pada sumber daya organisasi yang bertujuan untuk mencapai sasaran organisasi dengan yang efektif dan efisien. Serangkaian Kegiatan yang dimaksud adalah terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengendalian. Sedangkan sumber daya organisasi dapat berupa Tenaga Kerja, Keuangan, Fisik dan Informasi.

Pemikiran tentang administrasi dan manajemen selalu diawali oleh hasil pemikiran Henry Fayol dan Frederick W. Taylor. Tiga hal yang dikemukakan oleh Fayol terkait administrasi dan manajemen adalah aktivitas organisasi, fungsi atau tugas pimpinan, dan prinsip-prinsip administrasi atau manajemen.

Taylor menuliskan hasil penelitiannya tentang manajemen pabrik di Amerika Serikat, Henry Fayol, kemudian mengkonsolidasikan prinsip-prinsip organisasinya. Fayol mencoba mengembangkan prinsip-prinsip umum yang dapat diaplikasikan pada semua manajer dari semua tingkatan organisasi, dan menjelaskan fungsi-fungsi yang harus dilakukan oleh seorang manajer. Sedangkan Taylor memusatkan perhatian pada tingkat yang paling rendah dari organisasi manajemen, yaitu tingkat paling rendah dari sebuah pabrik (shop level management).

Henry Fayol merumuskan 14 prinsip administrasi organisasi yang dalam adaptasi luas bisa diterapkan sebagai prinsip manajemen atau prinsip-prinsip organisasi. Prinsip ini disebut Fayol dalam karya aslinya sebagai 14 prinsip administrasi. Perbedaan terjemahan dan kiblat ilmu antara Anglo Saxon dan Continental menyebabkan banyak orang memahami Fayol sebagai teoris manajemen. Padahal ini disebabkan karya aslinya, "Administration Industrielle et Generale" yang diterjemahkan ke bahasa inggris "General and Industrial Management".

Ilmu Manajemen berkembang di negara-negara Anglo Saxon, sedangkan ilmu Administrasi berkembang di negara-negara Continental. Pada perkembangan berikutnya, terdapat istilah tata usaha yang dipahami lewat bahasa belanda sebagai administratie yang maerupakan bagian dari Ilmu Administrasi itu sendiri. Pada akhirnya, di negara-negara jajahan terjadi reduksi makna administrasi menjadi dalam arti sempit tata usaha, sedangkan manajemen berkembang sesuai dengan proporsi aslinya.

Fayol mengemukakan sebanyak 14 prinsip administrasi itu adalah (1) Pembagian kerja, (2) Wewenang, (3) Disiplin, (4) Kesatuan komando, (5) Kesatuan arah, (6) Mengalahkan kepentingan individu untuk kepentingan bersama, (7) Pemberian upah/ remunerasi, (8) Pemusatan/ sentralisasi, (9) Rentang kendali, garis wewenang dari manajemen puncak sampai ke tingkat yang paling rendah, (10) Tata tertib, (11) Keadilan, (12) Stabilitas, (13) Inisiatif, (14) Rasa persatuan/ Esprit de corps.

Sekarang, apakah dari sebuah permainan sepakbola bisa diambil pelajaran yang menyangkut pengetahuan tentang prinsip-prinsip administrasi atau manajemen ? 

Dalam permainan sepakbola sebuah tim memiliki komposisi pemain penyerang, gelandang, bek dan penjaga gawang. Masing-masing memiliki tugas pokok dan fungsinya berdasarkan posisi yang ditugaskan oleh pelatih sesuai kompetensi yang dimilikinya. Para pemain melakukan tugasnya masing-masing namun tetap berpedoman pada tugas secara keseluruhan sebagai bagian dari tim itu sendiri, bukan mewakili individunya. Saling bekerjasama melihat peluang, daerah lawan yang kosong, mengalirkan bola dan pada akhirnya gawang lawan adalah tujuan untuk dijebol sehingga meraih poin dan kemenangan.

Ciri gerak yang paling dominan dalam permainan sepak bola adalah menendang bola, pemain bekerja sama dalam menyerang maupun bertahan dengan cara mengoper bola, mengoper bola dilakukan dengan cara ditendang, oleh karena itu ciri dominan dalam sepakbola adalah menendang bola. Dalam permainan sepakbola selain hanya menendang kita juga harus bisa menggiring bola atau dalam kata lain dribbling yaitu suatu upaya mendorong bola secara terputus-putus, dengan posisi bola tidak jauh dari kaki kita sambil berlari untuk mencapai tujuan tertentu dalam permainan sepakbola. 

Ketika pertandingan berlangsung berlaku peraturan yang harus disepakati, diikuti dan dilaksanakan. Bagi pemain yang melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi, baik konsekuensinya bagi pemain itu sendiri maupun imbasnya terhadap tim yang bersangkutan. Pemain dapat terkena kartu kuning atau kartu merah sebagai hukuman dari sang wasit. Sementara bagi tim, akan mendapat sanksi berupa tendangan bebas, sepak pojok atau tendangan pinalti. 

Hampir keseluruhan prinsip-prinsip administrasi menjadi bagian tak terpisahkan dari ruh permainan sepakbola sebagaimana tersebut diatas. Pembagian kerja yang jelas antara masing-masing komponen baik manajer, pelatih, pemain dan tim pendukung lainnya. Kemudian wewenang yang jelas diantara masing-masing komponen. Para pemain maupun pelatih harus disiplin terhadap aturan dan bermain dengan fair play. Kesatuan komando dan kesatuan arah yang jelas, dimana semua pemain akan mengikuti komando dan arahan dari kapten tim sebagai representasi pelatih. 

Pelatih dan pemain tidak memunculkan ego dan individualitas, semua bekerja demi tujuan tim mengalahkan kepentingan individu untuk kepentingan bersama. Atas dasar kinerja dan prestasi pemain dan pelatih akan mendapatkan upah/ remunerasi sesuai dengan kontrak yang telah disepakati. Dalam pelaksanaan persiapan menghadapi sebuah pertandingan, pelatih biasanya melakukan pemusatan/ sentralisasi latihan di satu tempat yang disepakati dan biasa dipergunakan. 

Dalam satu tim, seorang Leader telah menetapkan garis kebijakan yang harus diikuti oleh manajer tim, pelatih, pemain dan tim pendukung lainnya, rentang kendali, garis wewenang dari manajemen puncak sampai ke tingkat yang paling rendah sehingga masing-masing komponen tidak saling ambil alih tupoksi yang lain. Pelatih juga menerapkan tata tertib baik dalam proses latihan maupun pada saat pertandingan, sehingga semua pemain dewasa dalam mengambil tindakan dan keputusan. 

Atas dasar prestasi individu dan porsi mengangkat sebuah tim, masing-masing komponen akan mendapatkan hak-hak yang adil dan proporsional. Untuk menjaga kekompakan dan ketangguhan sebuah tim maka stabilitas senantiasa dijaga oleh seluruh komponen. Untuk menjadi maju dan berkembang, seorang pelatih dan pemain harus memiliki inisiatif dalam upaya meningkatkan kualitas permainannya, baik dari strategi maupun teknik bermain. 

Rasa persatuan/ Esprit de corps menjadi inti dari seluruh kualitas individu yang ada dalam tim. Semua potensi yang ada baik pelatih yang brilian, pemain yang berkualitas, tim pendukung yang solid, serta manajemen yang kuat dalam mendukung dari segi financial dan sarana akan menghasilkan muara akhir terbentuknya sebuah tim yang kuat, tangguh dan disegani.


KESIMPULAN

Sebuah organisasi dapat diumpakan sebuah tim sepak bola. Dalam tim sepak bola terdapat pemain yang menempati posisi yang telah ditentukan dan tidak dapat ditukar ganti sekehendaknya. Posisi penjaga gawang tidak mungkin menggantikan tugas sebagai penyerang atau sebaliknya. Demikian juga dengan posisi-posisi yang lain. 

Dalam tim sepakbola secara umum keempatbelas prinsip administrasi menjadi ruh dan bagian yang tidak bisa lepas dari kolektifitas tim secara keseluruhan dalam bahasanya sendiri yaitu bahasa sepakbola. Dari persiapan hingga proses pertandingan ketika sebuah tim dapat menerapkan prinsip-prinsip dengan baik dalam aplikasinya sendiri, maka sebuah tim akan tampil menjadi kuat, tangguh dan sulit untuk dikalahkan.

Setiap tim mempunyai target yang sama, bagaimana menciptakan gol sebanyak-banyaknya ke dalam gawang lawan. Tujuan yang jelas ini harus dilalui dengan persaingan yang sehat, yakni dengan sikap sportif dan fair play. Sebuah tim dipandang berkualitas dan tangguh, jika memiliki kemampuan individu yang baik pada diri masing-masing pemain dan mampu berada dalam kondisi kerja sama tim yang solid.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar