Kamis, 21 April 2016

KARTINI DALAM SERABUT CATATAN KAKI ...

mengiris detik-detik
dengan catatan-catatan
di potongan kertas carik

menumpah segala keluh kesah
tentang hari-hari yang telah lewat
maupun hari-hari esok dan lusa

hingga bait-bait itu
menerawang penuhi angkasa
dan memberi pelita bagi bangsa yang sedang sakit


habis gelap terbitlah terang
berkumandang ke seluruh penjuru negeri
demi bangsa nan dalam kungkungan tirani
tirani yang membelah dan memecah
jatidiri hingga rasa dan harkat sendiri

lupa tentang indahnya mentari di pagi hari
lebih suka gemerlapnya malam yang pekat

enggan menjadi timur yang santun
bangga menjadi barat yang angkuh

nusantara seakan bukan lagi surga khatulistiwa
kini lebih seperti bias neraka biru
bhinneka tidak lagi dipadu dalam barisan
tapi seakan hendak dijahit dalam seragam

jika engkau Kartini hari ini memandang halaman
apa yang kita kan dapat
senyuman ??
ataukah tangisan piluu ??
ketika apa yang diperjuangkannya dulu
kini … jauh panggang dari api

jangan sampai habis gelap terbitlah terang
ternyata hanya bias dari kelabu yang semakin kelam

SELAMAT HARI KARTINI … 2016
emansipasi tanpa melawan kodrati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar